Banjir rob kembali menggenangi kawasan pesisir Kota Palopo.Air laut pasang masuk ke permukiman dan menghambat aktivitas sosial serta ekonomi warga pesisir.
Banjir rob kembali menggenangi kawasan pesisir Kota Palopo dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut.Air laut pasang naik ke daratan dan merendam jalan lingkungan,pekarangan rumah,serta sebagian bangunan warga.Kondisi ini menimbulkan gangguan aktivitas harian dan memicu kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan pesisir.
Genangan mulai terlihat sejak pasang laut meningkat pada waktu tertentu.Air laut secara perlahan masuk ke kawasan permukiman yang berada di dataran rendah dan dekat garis pantai.Bagi warga pesisir,banjir rob bukan fenomena baru,namun intensitas dan frekuensinya dirasakan semakin sering dalam beberapa waktu terakhir.Genangan dapat bertahan selama beberapa jam mengikuti siklus pasang surut sehingga aktivitas warga harus menyesuaikan kondisi spaceman.
Mobilitas masyarakat terganggu cukup signifikan.Jalan-jalan lingkungan yang tergenang membuat kendaraan roda dua sulit melintas sementara pejalan kaki harus ekstra hati-hati karena permukaan jalan licin.Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling terdampak karena keterbatasan mobilitas saat genangan terjadi.Sebagian warga memilih menunda aktivitas luar rumah hingga air surut demi menjaga keselamatan.
Dampak banjir rob juga dirasakan pada sektor ekonomi lokal.Masyarakat pesisir yang menggantungkan penghasilan pada usaha kecil,perdagangan harian,dan aktivitas perikanan mengalami penurunan aktivitas.Akses menuju lokasi usaha terhambat sehingga jumlah pembeli berkurang.Bagi nelayan,kondisi pasang laut yang tinggi turut memengaruhi jadwal melaut dan proses bongkar muat hasil tangkapan.
Selain mengganggu aktivitas,banjir rob berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur.Air laut yang masuk ke daratan dapat mempercepat kerusakan jalan dan bangunan.Salinitas air laut menyebabkan material bangunan lebih cepat mengalami korosi.Perabot rumah tangga dan peralatan elektronik warga berisiko rusak jika genangan berlangsung lama sehingga menambah beban ekonomi keluarga.
Faktor utama terjadinya banjir rob berkaitan dengan pasang laut yang tinggi.Kondisi ini diperkuat oleh perubahan iklim global yang memicu kenaikan muka air laut secara bertahap.Di wilayah pesisir dengan ketinggian daratan rendah,kenaikan permukaan laut meski kecil dapat memberikan dampak signifikan.Penurunan permukaan tanah akibat aktivitas manusia juga turut memperbesar risiko genangan.
Banjir rob yang terjadi berulang menjadi indikator perlunya penanganan yang lebih terencana.Pembangunan kawasan pesisir perlu memperhatikan daya dukung lingkungan dan risiko jangka panjang.Pengelolaan tata ruang yang kurang memperhitungkan karakteristik pesisir berpotensi memperparah dampak banjir rob di masa mendatang.Kondisi ini menuntut pendekatan pembangunan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Dari sisi kesehatan,genangan air laut yang bercampur dengan limbah rumah tangga berpotensi menimbulkan risiko penyakit.Gangguan kulit dan masalah kesehatan ringan mulai dikeluhkan warga terutama jika genangan bertahan lama.Ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian karena sumber air warga dapat tercemar oleh intrusi air laut ke lingkungan permukiman.
Upaya mitigasi banjir rob membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.Penataan kawasan pesisir,perbaikan sistem drainase,dan penguatan perlindungan garis pantai menjadi langkah yang sering dipertimbangkan.Di sisi lain,edukasi masyarakat mengenai adaptasi terhadap kondisi pesisir juga penting agar warga lebih siap menghadapi kejadian yang berulang.Kesiapsiagaan masyarakat dapat mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Dalam jangka panjang,adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi tantangan utama bagi kota-kota pesisir seperti Palopo.Perencanaan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan keselamatan warga perlu terus didorong.Banjir rob bukan sekadar peristiwa sesaat melainkan fenomena yang memerlukan strategi jangka panjang dan konsisten.
Banjir rob yang kembali menggenangi pesisir Kota Palopo menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir menghadapi tekanan lingkungan yang semakin besar.Dengan perencanaan yang adaptif,peningkatan infrastruktur,dan kesadaran kolektif masyarakat,dampak banjir rob diharapkan dapat diminimalkan sehingga aktivitas warga pesisir tetap dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
